Rabu, 14 Agustus 2013

Barca Tatap Musim Baru Usai Jalani Pramusim Terproduktifnya dalam 10 Tahun

Posted by mcondrolukito blog

Getty Images/David Ramos
Barcelona - Akhir pekan ini Barcelona akan memulai usahanya mempertahankan gelar juara La Liga Primera. Barca menjalani langkah pertamanya itu usai tampil produktif dalam pramusim.

Total ada enam laga pramusim yang telah dijalani oleh Barca. Dari enam pertandingan tersebut, klub Catalan itu berhasil mengemas 27 gol, alias rata-rata mencetak 4,5 gol per pertandingan.

Disebut situs resmi Barca, jumlah rerata tersebut merupakan hasil terbaik yang diraih klub itu dalam kurun waktu satu dekade terakhir. Artinya inilah pramusim terbaik Barca, untuk urusan produktivitas, dalam periode 10 tahun ke belakang.

Rata-rata 4,5 gol per pertandingan itu melewati jumlah tertinggi sebelumnya dalam periode 10 tahun terakhir, yakni pada 2008/09 ketika Barca mengemas 26 gol dalam enam pertandingan yang saat itu turut melibatkan Tottenham Hotspur dan Manchester City.

Mengingat Barca mengawali aktivitas pramusimnya kali ini tanpa bisa bikin gol dan kalah 0-2 dari Bayern Munich, catatan 4,5 gol per partai cukup bisa menambah kepercayaan diri. Ini sekaligus dapat membangkitkan optimisme Barca mengingat mulai musim ini mereka akan ditangani oleh pelatih baru, Gerardo Martino.

Dari 27 gol Barca dalam laga pramusimnya kali ini, lima di antaranya dibuat oleh si pemain andalan, Lionel Messi. Lima gol itu membuatnya jadi topskorer Barca di ajang pramusim. Sedangkan di posisi kedua ada Pedro Rodriguez dengan total empat gol.

Selasa, 13 Agustus 2013

Hajar India 9-2, Indonesia Juara Grup G

Posted by mcondrolukito blog

Poznan - Indonesia kembali meraih kemenangan besar di ajang Homeless World Cup 2013. Pada pertandingan terakhirnya di Grup G, Indonesia menggilas India 9-2 dan berhak atas status juara grup.

Digelar di Poznan, Polandia, Selasa (13/8/2013) malam WIB, laga Indonesia dengan India sempat terancam ditunda lantara hujan es yang terjadi di venue pertandingan. Namun karena cuaca membaik, laga kemudian tetap digelar.

Indonesia langsung unggul 2-0 di awal laga, meski India kemudian berhasil memperkecil ketinggalan. Sebelum babak pertama tuntas, Indonesia berhasil menambah dua gol lagi. Akhir paruh pertama laga ini adalah 4-1 untuk Indonesia.

Di babak kedua gol demi gol terus dilesakkan pemain Indonesia dengan total ada lima gol tambaan tercipta. Sementara India berhasil melesakkan satu gol lagi ke gawang Indonesia. Skor akhir pertandingan ini adalah 9-2 untuk kemenangan Indonesia.

Ini menjadi kemenangan ketiga Indonesia dari empat laga yang sudah dijalani, dengan satu lainnya berakhir dengan kekalahan adu penalti atas Argentina. Tambahan tiga poin dari laga pamungkas fase grup ini memastikan Indonesia keluar sebagai juara grup dengan poin 10. 

Posisi kedua untuk sementara diduduki Argentina dengan poin lima, namun Argentina masih menyisakan satu pertandingan lagi. Sementara dengan poin tiga Skotlandia bertengger di posisi ketiga.

Turnamen street soccer ini memakai format pertandingan 2 X 7 menit. Jumlah pemain di lapangan adalah empat (termasuk penjaga gawang) per tim -- plus cadangan 4 pemain. Luas lapangan adalah 22 meter x 16 meter.

Tak seperti kompetisi pada umumnya, Homeless World Cup 2013 punya regulasi berbeda soal perolehan poin. Kemenangan di waktu normal diganjar tiga poin, sedangkan kemenangan dengan penalti dinilai dua. Kekalahan lewat penalti pun mendapatkan poin satu. Adapun kekalahan di masa normal, tidak dapat nilai

Sumber: http://sport.detik.com/sepakbola/read/2013/08/13/194147/2328912/76/hajar-india-9-2-indonesia-juara-grup-g?b99220270

Senin, 12 Agustus 2013

Butet Hat-trick Juara Dunia, Hendra Dua Kali

Posted by mcondrolukito blog

detiksport/Rengga Sancaya
Guangzhou - Liliyana Natsir menjadi pemain Indonesia pertama yang pernah menyandang predikat juara dunia sebanyak tiga kali. Hendra Setiawan juga menyamai prestasi pendahulunya sebanyak dua kali.

Butet -- sapaan Liliyana -- untuk ketiga kalinya menyandang predikat juara dunia setelah memenangi nomor ganda campuran di BWF World Championship2013 di Guangzhou, China.

Berpasangan dengan Tontowi Ahmad, mereka di final menaklukkan unggulan teratas Xu Chen/Ma Jin, Minggu (11/8/2013), dengan skor 21-13 16-21 22-20.

Ini adalah kali ketiga pemain asal Manado, Sulawesi Utara, itu memenangi Kejuaraan Dunia. Sebelumnya ia mengukir prestasi serupa di tahun 2005 dan 2007, kala berpasangan dengan Nova Widianto.

Butet pun menjadi pemain ke-13 yang pernah menjadi juara dunia minimal tiga kali -- dan satu-satunya dari Indonesia. Khusus di nomor ganda campuran, ia mengikuti jejak legenda Korea Selatan, Park Joo Bong, yang pernah tiga kali meraihnya.

Khusus bersama Tontowi alias Owi, kemenangan di Guangzhou ini merupakan gelar keempat mereka di tahun ini. Sebelumnya mereka menjadi juara di All England, India Open, dan Singapura Terbuka. Owi/Butet juga tercatat sebagai juara All England di dua edisi terakhir (2012, 2013).

Sementara itu Hendra Setiawan menambahkan koleksi gelar juara dunianya menjadi dua, setelah meraihnya di tahun 2007 bersama Markis Kido. Bersama Kido pula pria kelahiran Pemalang, Jawa Tengah, 25 Agustus 1984, itu mempersembahkan medali emas untuk Indonesia di Olimpiade 2008.

Hendra juga kini tercatat sebagai pemain Indonesia keempat yang pernah empat kali menyandang status sebagai juara dunia. Tiga nama sebelumnya adalah spesialis ganda, yaitu Christian Hadinata, Ricky Subagja, dan Nova Widianto.

Bersama Ahsan, Hendra telah mengumpulkan empat titel juara di tahun 2013 ini setelah Malaysia Terbuka, Indonesia Terbuka, dan Singapura Terbuka